enakny jadi dokter

Standar

Perkenalkan nama saya adalah Amir, dokter yang lagi tugas di suatu puskesmas terpencil di suatu daerah di Kalimantan. Baru 1 bulan di saya tugaskan di sana, Puskesmas ini bisa di bilang lumayan maju daripada puskesmas lain di daerah situ. Ada 4 dokter dan 3 perawat yang bertugas di sana, dan buka 24 jam non stop. Ini adalah hari di mana saya harus jaga malam. Walaupun saya sebenarnya enggan untuk jaga karena seperti biasanya pasien yang datang pada malam hari sangatlah jarang. Malam ini saya hanya di temani oleh suster Indah dan suster Wati ,Suster indah masih muda dan cantik berusia sekitar 27 tahun,yang menarik pada dirinya adalah walaupun dia selalu memakai jilbab namun tonjolan payudaranya yang begitu sekal membuat dia tidak bisa menyembunyikan payudaranya yang begitu besar. Dan kebetulan malam ini Suster Wati ijin pada saya karena harus merawat anaknya yang sedang sakit. Dan kebetulan sekali tidak ada suster lain yang bisa menggantikan jadwal jaganya. Jadinya saya hanya ditemani oleh suster Indah. Jam menunjukan pukul 21.00 dan belum ada pasien yang datang tuk berobat.. “Dok, ini kopinya..”Indah selalu saja membuatkan kopi kepada dokter jaga. Dan dokter dokter selalu memuji enaknya kopi buatan indah. Sayapun terkejut ketika Indah meletakan kopi ke meja dan saat itulah tubuh Indah yang sedikit membungkuk menyebabkan jilbabnya sedikit terbuka di sebelah dada dan terlihat begitu mulus dan besar tonjolan payudaranya. “Wah kamu baik sekali ndah… “hmm..kopi ini manis banget ndah,,kaya’ kamu..”Saya mencoba merayunya..”Ahh..dokter bisa Aja..”balas Indah..Suasana akhirnya menjadi cair dan kamipun ngobrol dan bercanda di malam itu.. Aku sebenarnya juga menyadari bahwa Indah juga memperhatikan dan suka kepadaku. Dari obrolan kami aku ketahui bahwa rumah tangga Indah tidaklah harmonis. Suaminya sering memukulnya karena sudah 2 tahun mereka menikah tetapi belum saja dikaruniai anak. Dan akhirnya suaminya sering menyalahkan dia tentang kondisinya itu. Namun tak lama kemudian canda gurau diantara kami harus berhenti karena ada beberapa orang yang datang membopong seorang gadis bercadar hitam, rupanya dia habis menjadi korban tabrak lari di jalan dekat puskesmas tersebut dan langsung dibawa oleh penduduk sekitar. Mana keluarganya ??tanya suster Indah kepada orang orang yang membopong gadis itu..”Gak tau mbak, dia saya temukan sudah tergeletak dijalan..mungkin santri di pondok pesantren sana mbak “kata seorang pembopong gadis itu.” Ya udah bapak bapak sekarang pulang saja..biarkan kami merawat gadis ini. besok pagi kami akan hubungi pesantren tersebut “kata suster indah menenangkan orang orang tersebut.. Saya dengan segera memeriksa gadis itu..dia tampaknya masih setengah sadar.dan merintih rintih kesakitan..walaupun jujur saya masih agak canggung dihadapan pasien berjilbab lebar dan bercadar ini..”Adik namanya siapa..?”aku bertanya dengan sedikit ragu ragu dan ku coba mulai melepaskan cadarnya..dilihat apkah ada luka atau sumbatan pernafasan pada gadis ini. Gadis ini tidak berespon..tetapi betapa terkejutnya ketika aku melihat betapa mulusnya dan putih kulitnya dan cantik sekali wajah dari gadis ini. Baru kali ini dia melihat wajah yang cantik seperti bidadari ini..dia kembali memeriksa luka luka yang ada di tubuh sang gadis..”wah untung tidak ada luka pada wajahnya yang cantik ini..”batin ku..Tapi..ku lihat ada darah yang merembes ke jilbabnya..” di belakang kepala ada sedikit luka tuh dok..”kata suster indah.. Saya segera menyingkap gamis panjang gadis tersebut untuk melihat seberapa parah luka yang dialami gadis ini. Dilihanya paha yang begitu mulus, sungguh terawat..dan tampak disana sedikit luka gores yang tidak terlalu parah..saya mulai terngsang melihat kedua paha gadis tersebut..sambil mengobati dan membersihkan lukanya ku sempatkan untuk sedikit meraba raba paha dari gadis jelita tersebut. Sedangkan suster Indah berusaha membersihkan luka yang ada di lengan dari gadis ini. Dia tampak kesulitan untuk membuka lengan baju sang gadis..”wah lengan bajunya sempit dok..sulit sekali membersihkan lukanya kalo gini..”kata suster Indah mengeluh.. “Ya dibuka aja seluruhnya sus, sekalian melihat apakah ada luka lain di tubuhnya..”saya emang dari tadi sudah berharap dapat melihat kemolekan tubuh gadis ini seluruhnya..Suster indah pelan pelan segera melepaskan jilbab dan gamis panjang sang gadis.. tampak gadis ini juga agak keberatan tetapi dia tidak bisa berbuat banyak, terlihat juga ada luka di kepalanya..karena itu sebabnya kesadarannya agak berkurang. Sekarang dihadapan ku terbaring seorang gadis jelita dengan tubuh sudah telanjang tidak berdaya..dia bahkan menelan ludah beberapa kali menyembunyikan kekagumannya kepada gadis ini, setelah luka dibersihkan dan untuk menghilangkan rasa sakit gadis tersebut dia menyuntikkan obat penenang.. Akhirnya gadis ini tampak tertidur lelap, suster Indah segera menyelimutinya dan memasang infus . Pukul 00.00 seperti biasa puskesmas tampak sepi. Tidak ada pasien lain selain gadis tersebut. Suster indah juga terlihat mengantuk berat..”Udah suster istirahat aja sebentar..untuk sementara saya yang jaga..nanti kalo ada apa apa saya bangunin suster..”Wah..iya dok makasih..gak tau nih gak biasanya saya ngantuk banget seperti saat ini..”kata suster indah sambil memposisikan badannya untuk bersiap tidur di ranjang pasien..setelah suster indah tidur saya yang masih penasaran dengan gadis itu kembali ke kamarnya dan..dengan pelan pelan ku buka selimutnya..tanganku mulai menyusup ke BH sang gadis dan meremas remas payudaranya yang mulus tersebut. Tidak puas dengan itu aku segera mencopot Bh nya dan dan kuciumi puting susunya..gadis itu tampak masih tertidur lelap sehingga tidak sadar apa yang telah kuperbuat kepada dirinya..Aku tau yamh kulakukan ini salah tapi rupanya aku mulai di kuasai oleh nafsu, aku segera naik ke ranjang tersebut dan menindih tubuh gadis itu..kuciuminya mulut gadis yang tipis itu..sedang tangan ku bergerilya di dalam celana dalam sang gadis, ku remas remasnya memek sang gadis, aku yang dari tadi terangsang melihat kemolekan gadis itu tidak mau kesempatan ini terbuang percuma..ku lepaskannya celana dalam sang gadis dan ku ciuminya memeknya hingga basah.. kupermainkannya klitoris sang gadis dengan lidahku, Sang gadis tampak masih tidak sadarkan diri..mungkin karena efek obat penenang yang ke berikan tuk mengurangi rasa sakitnya tadi.. Aku mulai melepas celanaku..dan segera ku coba memasukkannya ke memek gadis itu. Memeknya sudah memerah dan basah karena jilatanku..Ohhh…memeknya masih sempit sekali..sangat sulit ku masukan kontolku yang terbilang cukup besar ini..ku gesek gesekan sebentar ke liang vaginanya..dan blesss..kontolku dah masuk seluruhnya ke memeknya..hmmmff..gadis itu sedikit merintih..dan menggelinjang seperti menahan perih..tangannya mencengkeram pundakku yang tengah memeluknya..Aku mulai memompa tubuhnya..dan cengkeramannya malah bertambah dia merangkul tubuhku dengan erat..Ahh..Ahhh…ahhh nikmat banget memek gadis ini membuat aku melayang.. Tak berapa lama kemudian aku mulai mencapai puncak kenikmatan dan dengan segera ku cabut penis ku dan akhirnya penisku menyemburkan cairannya ke tubuh sang gadis..Huu..huu.. huuh..nafasku masih memburu .tapi untung segera ku cabut tadi penisku jika tidak wahh gadis ini bisa hamil..batinku. Aku segera membersihkan cairan mani yang tumpah dari tubuhnya..ku rapikan bajuku dan selimut sang gadis..terakhir ku cium pipinya “terima kasih ya sayang kau telah memberikan malam yang spesial buatku..”bisikku kepadanya..dia masih tampak tidak sadarkan diri..walaupun nafasnya terlihat tersengal sengal .Ku lihat bercak darah ke luar dari vaginanya..setelah kubersihkan aku pun segera kembali ke ruangan ku,,tampak suster indah masih tertidur lelap disana..k Keesokan harinya suster indah ke pesantren itu dan benar dia adalah salah satu santri yang ada di pesantren itu. Halimah nama gadis itu..baru ku ketahui setelah pengurus pondok datang ke puskesmas. Dan sangat ku sayangkan sekarang yang merawatnya adalah dokter Ela, 3 hari sudah dia di rawat disana, puskesmas juga sedang ramai ramainya pasien jadi aku tidak sempat lagi menjenguk dirinya. Tampaknya perbuatan cabulku masih tertutupi dengan baik. Hari ini dia sudah boleh pulang, halimah menggunakan jilbab panjang dan gamis warna hitam dan sudah mengenakan cadarnya dengan agak terpincang pincang dia berjalan ke arahku..walaupun memakai cadar masih terlihat betapa indahnya matanya..aku benar benar mengaguminya..saat berpapasan denganku..dia menunduk dan berhenti…”terima kasih ya dok..kau telah memberikan malam yang spesial buatku..”bisiknya lirih..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s